Aku manusia penuh mimpi,, dari kecilpun banyak sekali impianku. Sekalipun terkadang sadar aku ini siapa bahkan mimpi-mimpiku tidak senada dengan keadaanku. Aku memang miskin tapi ibuku selalu bilang. Kita memang miskin tapi jangan sampai kita miskin iman... aku selalu ingat kalimat itu kemanapun aku pergi. Tetap saja keadaan tidak membuat imajinasiku berhenti
Friday, December 9, 2016
Saat nanti aku tiada
Aku manusia penuh mimpi,, dari kecilpun banyak sekali impianku. Sekalipun terkadang sadar aku ini siapa bahkan mimpi-mimpiku tidak senada dengan keadaanku. Aku memang miskin tapi ibuku selalu bilang. Kita memang miskin tapi jangan sampai kita miskin iman... aku selalu ingat kalimat itu kemanapun aku pergi. Tetap saja keadaan tidak membuat imajinasiku berhenti
Thursday, December 8, 2016
Ingin melupakan
Ya Robbi jika dia memang tidak Engkau takdirkan bersamaku. Aku tidak pernah memaksanya harus bersamaku
Jika kiranya dia memang tidak pernah menjadi takdirku buatlah aku lupa dengan perasaan ini padanya karena walau bagaimanapun dia memang tidak akan pernah bersamaku...... Aku ingin lupa, aku tidak ingin mencintainya jika dia mencintai yang lain.
Ya Robbi knp melupakanya begitu banyak proses tidak sesimpel saat aku mencintainya.. bantu diriku untuk lupa dengannya, beri jalan padaku tentang misteri ini. Aku tidak ingin dihina lagi karena mencintai, jangan Kau buat aku mencintai yang bukan jodohku. Jatuh cintakan aku hanya kepada jodohku saja.. buatlah aku ikhlas untuk benar-benar melepaskanya hidup bersama yang lain.Buatlah aku Ridha dengan takdir-Mu, buatlah aku lebih bersabar dari sebelumnya karena segala sesuatu yang terjadi tidak akan bisa terjadi tanpa seizin-Mu..... termasuk semua ini, dengan takdirku mencintai dalam diam tanpa Ia tahu.
Do'aku selalu bersamamu اسبي
Tuesday, December 6, 2016
Bagian Tidak Terberitakan dari aksi super damai 212
Bagian Tidak Terberitakan dari #Aksisuperdamai212
TERLEPAS dari ada di mana posisi Anda, 2 Desember 2016 mungkin akan jadi hari yang akan diingat bagi semua pihak di Indonesia (kalau tidak dunia, mungkin juga akhirat?)
Jum’at tanggal 2 kemarin, saya mengantarkan Bapak dan Ibuk saya menuju #AksiSuperDamai212 dari Bandung. Sebelumnya, saya pergi ke aksi tersebut hanya dengan niat mengantarkan Bapak Ibuk, serta rasa penasaran ‘ah masa sih ada hatespeech beneran di aksi damai begitu?’ Kami berangkat dari Bandung sekitar pukul 03.30 pagi, mengendarai mobil pribadi. Berhenti sejenak di sebuah rest area untuk shalat shubuh, dan menemukan banyak Jama’ah yang juga hendak menuju ke Monas. Subuhannya penuh, serasa mudik, hhe.
Singkat cerita, tadinya kami mau menuju Monas melalui jalur Sudirman, tetapi berhubung tol dalam kota sangat macet akibat bus dan kendaraan Jama’ah maka kami mengarah ke Salemba. Sepanjang perjalanan, ternyata kami bersamaan dengan iring iringan FPI, FBR, dan ormas lain. Posisinya ada di kiri jalan, serta terlihat wajah senyum abang FPI seperti di foto di bawah. Berikut sedikit fotonya.
Di perjalanan, kami melewati fly over yang menuju salemba (gue gak tau namanya fly over apa wkwk), dan terlihat kondisi jalan yang amat macet.
Lajur menuju Salemba, padat oleh bis, mobil, motoris dan pejalan kaki.
Selama perjalanan tersebut, saya tidak sekalipun mendengar kalimat ‘Tangkap Ahok’, ‘Adili Ahok’, atau bahkan yang lebih parah. Memang Jama’ah ada yang membawa poster bertuliskan hal senada, tetapi itu dibawa masing-masing. Poster yang dibagikan adalah poster ‘Aksi Bela Islam III’. Hmm.
Sesampainya di Salemba, kemudian kami memarkirkan kendaraan di Pasar Kenari dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Sepanjang perjalanan kaki, kami melihat semangat umat yang bergegas ingin menuju Monas untuk mengamankan tempat shalat, bukan, bukan nafsu amarah.
Terlihat Jama’ah yang dengan ramah salim dengan petugas TNI area tersebut sembari menyapa, ‘Assalamu’alaikum pak.’ dan dijawab, ‘Wa’alaikumsalam, semangat ya Pak, Bu.’ Setiap beberapa meter terlihat orang yang membagikan makanan dan minuman gratis, dan sebagian besarnya TIDAK berbaju putih ataupun berseragam ormas. Satpam gedung setempat, pekerja setempat (mungkin ada juga yang dari daerah lain?), ikut membagikan. Ramah dan hangat.
Terlihat pula di jalan, Ranger Oranje DKI yang bersiap menuju lokasi tugas tetapi terjebak macet. Tidak apa-apa, bisa sambil merekam aksi yang tidak setahun sekali ini. Selain itu juga terlihat Jama’ah yang bersepeda menuju Monas.
Semakin dekat dengan area Tugu Tani, tersadar kami ternyata serombongan dengan ormas yang katanya beringas, barbar, savage. FPI, HTI, you name it. Ada juga rombongan FBR, FORKABI, Indonesia Tahajjud di antara kami. Biasanya, netizen sering mengatakan jika ada dua ormas pertama tadi siap siap saja mendengar seruan “Ganti NKRI Dengan Khilafah!” atau “Hukum Ahok Kafir Cina.” Nyatanya, TIDAK SATUPUN kalimat itu ataupun senada terdengar. Tidak pula ada catcalling. Hanya takbir dan shalawat yang terus terucap, diselingi ucapan “Silakan sarapan! Roti gratis, kopi gratis, minum dan buah juga!” Bendera hitam putih berkibar beriringan dengan Merah Putih. Bangga dan haru.
Dalam perjalanan saya tetap melihat Jama’ah yang dengan ikhlas membagikan, bahkan mengajak ngopi, haha. Berikut fotonya.
Sesampainya di area Tugu Tani, tidak bisa lagi rupanya kami maju ke arah Monas. Ya sudah, jadilah kami menggelar sajadah di area tersebut. Melihat jumlah massa yang sangat banyak (gue nggak mau berdebat soal berapa jumlah pastinya, ya), tentu bagi sebagian orang menjadi saat yang tepat untuk mendokumentasikan momen ini. Sebagian besar Jama’ah berwudhu di sisi taman tugu tani, sebab tidak ada satupun mobil wudhu atau toilet di sekitar sana. Jama’ah wanita berada di sekitar Jama’ah pria.
Shalat Jum’at dilaksanakan dengan relay langsung dari Monas, sejak Adzan pertama hingga khotbah, begitupun mulai takbiratul ihram hingga qunut yang Subhanallah. Teknisnya saya tidak tahu, jauh dari lokasi speaker, haha. Sepanjang Jum’atan, sejak langit terang hingga hujan angin, tidak ada satu Jama’ah pun yang pindah ataupun mengeluh. Semua disenyumi saja. “Hujan gini mah Rahmat Allah lagi turun dek, ga ape ape dah sini aja. Bedoa,” ujar seorang bapak di sebelah saya.
Bagi saya, tidak ada hal termanis selain bisa melihat Ibuk Bapak saya bersukacita, so excited, sebab melihat ummat yang begitu banyak, dan tidak ada satupun yang berucap benci. Bershalawat, berdo’a, bertakbir. Belum tentu saya bisa membuat mereka bahagia begini (seingat saya, ketika saya wisuda pun tidak sedemikian bahagianya). Air mata saya pun tertumpah bersama hujan. Do’a kami tertiup bersama angin, semoga sampai di hadirat-Mu.
Selesai shalat dan berdo’a, hujan berhenti. Jama’ah pun berangsur balik kanan lalu cari makan (lapar, hhe). Warung dan kaki lima sekitar kwitang ramai dipadati Jama’ah. Alhamdulillah sebuah berkah tersendiri bagi warga. Pun terlihat satgas emergency dari Klaten membagikan roti dan minum.
Sepulangnya, kami melewati area kwitang dalam, kemudian terlihat hal yang … hebat. Tepat di perumahan kumuh sisi sungai Ciliwung, warga berkumpul–mungkin penasaran–seakan menyambut Jama’ah. Di antara warga ada yang rumahnya kurang layak, hanya sebesar los warung, tetapi menuliskan di sobekan kardus “KOPI GRATIS”. Saya tidak yakin beliau dapat dana dari donatur elite global ketika rumahnya lebih memprihatinkan tetapi ikhlas menyediakan kopi gratis. Air panas itu pakai gas, kopinya beli. Tidakkah duitnya lebih baik buat kebutuhan sehari hari saja? Tidak hari ini, Bung.
Mungkin isu bahwa aksi ini merupakan ‘aksi politis berkedok agama’ itu benar. Mungkin juga salah. Mungkin ada agenda besar dibalik ini semua dan kami hanya pion-pion. Mungkin juga tidak. Anda bebas memercayai yang Anda mau.
Akhir kata, saya memilih memercayai apa yang saya lihat langsung. Bahwa bangsa ini masih punya harapan, bangsa ini masih bisa maju. Syaratnya satu, Respect dan berpikiran terbuka. Saya pun memercayai bahwa sifat baik akan menular, maka respek dan keterbukaan pikiran harus dimulai dari setiap kita (yang katanya lebih punya common sense). []
3/12/2016, Bandung.
Sumber: https://relativeinfinity.wordpress.com/2016/12/03/bagian-tidak-terberitakan-dari-aksisuperdamai212/
COPYRIGHT DISCLAIMER REDAKSI IKLAN
Copyright © 2011 - 2016 Islampos.com.
Tuesday, November 22, 2016
Harapan orang biasa
Imam sepertimulah yang kumau, tapi entah dengan takdir dan kenyataan yang terjadi. Setidaknya itulah inginku dalam hidup, memiliki suami yang shaleh yang senantiasa menuntunku ke jalan yang Allah Ridhai, Kamu tahu? Kalimatmu itu sejuk bgt jika aku yang menerima... sungguh rasa ini begitu bergejolak tapi aku hanya mampu... menahan diri untuk menyerahkan segalanya pada Allah yang berhak atas hidupku juga hidupmu. Mana mungkin aku bertindak semauku, sedangkan Aku memiliki Allah yang memiliki segalanya... 😢😢😢
Monday, November 21, 2016
Melihatmu lagi
Kamu....
Yang masih dalam pikiranku
Yang masih terus membayangi setiap langkahku
Yang masih ku sebut dalam Do'aku
Kamu....
yang masih belum bisa begitu saja kulupakan
Karena melepaskan tak sesederhana mencintaimu, meskipun Cinta ini sendirian.
Aku bahagia dapat melihatmu dari balik pembatas jalan, hari ini
Aku bahagia melihatmu begitu santun dan tampan
Meskipun dirimu tidak pernah merasakan kehadiranku walau sedetik.. aku tidak bermasalah akan hal itu, Aku cukup bahagia dengan melihatmu hari ini, aku sangat bahagia..
Bagaimana bisa aku melupakanmu, jika takdir untuk mencintaimu masih bersamaku... اسبي
Friday, October 28, 2016
Terimakasih
Kau adalah sebuah kenangan yang bagiku itu sangat istimewa ......
Aku tahu tidak bisa kau mengerti hal ini, karena cukup aku dan Tuhan yang tahu. Bagaimana bisa kau mengerti sedang rasa kita saling bertolak belakang. Debaran jantungku yang begitu hebat tak seimbang dengan perasaanmu yang biasa-biasa saja. Rasa rindu yang menggebu tapi justeru rindumu untuk yang lain. Setidaknya aku kerap diam-diam menyebut namamu. Tapi bisa jadi kau sedang asik dengan seseorang yang mungkin kau damba . Kau tidak pernah tahu dan mau tahu tentang diriku, karena aku bukanlah siapa-siapa bagimu. Sedikitpun jejak kenangan itu akan tetap terselip dalam jiwaku, bahwa kau istimewa di hatiku. Kita tidak pernah berjumpa untuk saling menyapa, tetapi terkadang aku melihatmu tanpa kau tahu... berawal dari #secrets #admirer menjadi #secret #lover biarkan saja semua ini tumbuh dan mungkin akan mati begitu saja tanpa kau tahu.
Wednesday, October 26, 2016
Tired
Tuhan..... ajari aku untuk ikhlas melepaskan harapanku padanya
Ajari aku untuk tidak menyebutkan namanya dalam setiap doaku...
Tuhan apakah kau sedang menghukumku sampai kapan perih ini terus aku rasakan
Bagaimana bisa aku begitu saja menerima semua ini sedangkan aku hanyalah manusia biasa, sampai kapan aku harus memendam rasa ini padanya, pada dia yang tidak peduli dengan apa yang terjadi padaku. Cintaku hanya sendirian, bagaimana bisa ini terjadi??
Apakah dia tahu bagaimana diriku, apa dia pernah memikirkan aku, apa dia mau tahu bagaimana keadaanku??? Tidak!!! Dia tidak pernah perduli padaku, jadi untuk apa semua ini Tuhan. Jangan hukum aku dengan perasaan ini... bagaimana bisa kau menghancurkan diriku dengan semua omong kosong ini... bahkan hujan tak kau biarkan untuk membantuku, untuk menghapusnya dari harapanku.. hujan berlalu begitu saja, sedangkan bayangan dirinya masih tersisa di hatiku...


