-Bagaimana jika hidupmu menjadi sebuah penghalang kebahagiaan keluargamu?
-Tidak! Aku bukan penghalang kebahagiaan mereka.
-Lalu apa? Mereka ingin menikah tapi itu semua tidak mungkin terjadi, karena kamu yang lebih tua belum juga menikah.
-Bukankah semua ini takdir Tuhan?
-Iya tetap semua gara-gara kamu!
-Gak bisa gitu dong, aku nih ya jg gak pernah tahu kalau hidupku bakalan begini, apa yang harus kulakukan. Aku terus berdoa kepada yang maha kuasa. Tapi nyatanya belum juga di kabulkan, apa juga semua itu karena aku?
-Iya, seharusnya siapapun yang mendekati kamu, yang mengajakmu untuk menikah, terima aja Cinta nomor sekian...
-Andai itu ada, aku pasti langsung setuju, jika masih blm ada, apa juga masih salahku. Menikah seperti maut, sifatnya rahasia, gak ada yang bakalan tahu sebelumnya. Menikah gampang tapi yang terutama dengan lelaki yang baik agamya.
-Terlalu memilih sih makanya gak nikah-nikah, kasihan adek kamu yang nungguin kamu.
-Bukan memilih, tetapi kriteria yang paling penting dalam menentukan pilihan calon suami adalah bagaimana agamanya. Seorang istri adalah makmum, yang akan ikut bagaimana imamnya. Tentu dong itu pilihan utama, suami itu leader jadi ya musti yang tahu soal agama. Karena kita ini gak cuma hidup di dunia doang, setelah ini masih ada akhirat. Nah di akhirat itu yang menjamin ya bagaimana sikap kita di dunia terutama baiknya agama seorang suami yang akan membawa anak dan istrinya ke jalan yang Allah Ridhai... soal di dahului oleh adik, aku sudah mengalami itu. Karena sdh menjadi takdir Tuhan. Jika akan mengalami lagi tidak masalah yang penting Allah Ridha, mau aku tolak sekuat tenaga jika itu yang tertulis di lauhul mahfudz aku bisa apa.
-yakin banget cari suami yang agamanya Bagus, emang ada yang mau ama situ, gak ada bagus-bagusnya. Orang jelek orang miskin, cerdas enggak... kok ngarep laki-laki yang macam itu, dia pasti carinya yang shalihah lah...
-insyaallah jika Allah berkehendak, semua kekurangan tadi menjadi sebuah bahan introspeksi diri dan rasa syukur serta keyakinan pada Allah yang Maha kuasa atas segala sesuatu bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Yang penting kita yakin dan mengimani Allah, perkara sulit akan mudah jika kita libatkan Allah di dalamnya.
Bismillah, wallahualam semoga Aku menikah tahun ini, semoga Allah senantiasa melimpahkan Rahmatnya kepadaku juga keluargaku agar kami semua bahagia....
Tuesday, January 17, 2017
imagination questions for me 😢
Tuesday, January 10, 2017
Warung gado-gado
Begini nih setiap ane ngeliat antum, tapi antum gak pernah ngeliat ane....
Tadi uminya antum duduk sebangku ama ane, antum jg gak perduli. Uminya ramah tersenyum walopun gak Kenal, ane yg salah tingkah. Ya Allah begini amat rasanya sakit bener tapi biar dah yang penting Allah Ridha..... ane percaya diri nulis semua tentang antum di blog ane, lah iya mana mungkin antum ke pikirkan untuk stalker blog ane, kayaknya gak bakalan. Biarlah Allah dan blog aja yg tahu tentang semua ini. Ana cuma bisa berdoa buat kebaikan antum, smg antum senantiasa menjadi keridhaan-Nya... Aamiin ane cm bisa begini, ya cm bisa ngadu di blog 😢
Jatuh ditempat yang salah
Diantara rumput yang menghijau, kulihat Mentari sore menyapaku kemudian bertanya "apa yang terjadi denganmu? " aku terbaring diantara mereka yang mencoba tersenyum, menatap sinis dan tidak peduli....
Aku masih menatap sinar itu, jantungku berdegup. Aku berada di tempat yang masih bercahaya, sinar itu... aku melihatnya. Tapi dimana ini, aku tersesat? Aku sendiri di tempat yang tidak pernah ku harapkan. Aku tersesat Di hatimu yang tidak pernah menginginkan kehadiranku, sedikitpun tempat di hatimu bagai jurang yang menyesatkanku, karena kau tak pernah menginginkanku singgah walau hanya sedetik. Imajinasiku selalu mengundangmu di tempat asing, yang setelah itu air mataku terjatuh karena tak kuasa menyentuh hatimu, jiwamu juga dirimu..yang hanya mampu ku hadirkan dalam anganku. Karena aku terjatuh di tempat yang salah.....
Tuesday, January 3, 2017
Photo
Tuesday, December 27, 2016
Senpai
Siang ini panasnya kebangetan. Aku sama Yuki sahabat Aku pergi kekantin dengan maksud ingin nyeruput es cendolnya Pakde Giman. Tapi baru sampai separo perjalanan langkah kita terhenti gitu saja. Mata Yuki menatap lekat dimana Aqli sedang bermain basket dengan gaya yang cool dan cuek itu. Rupanya Yuki terbius sama ketampanan Aqli anak Fakultas Teknik Informatika yang sekarang sudah semester lima, meskipun dia tahu sainganya bejibun sudah ngalahin antrian BBM Di pertamina.
“Yuki....ayo” Kugeret lengan Yuki untuk segera melanjutkan perjalanan kita yang sedikit tertunda tadi.
“Aqli makin keren Sya...asli ini mah” Ucap Yuki dengan logat sunda yang di warisi Papanya, sembari tertatih karena ku geret dengan paksa. Tak berapa lama Aku mendengar suara sebuah benda mendarat di Kepala Yuki dan itu adalah bola basket Aqli yang tidak sengaja menghantam Yuki. Alhasil Yuki langsung puyeng dan ambruk.
“Sorry.... Aku nggak sengaja aduh gimana ini ”Aqli langsung berlari dan mendatangi Kita berdua. Aqli terlihat sekali sangat panik. Jelaslah Aqli bingung dia biang dari pingsanya Yuki
“Aku minta maaf, bawa ke klinik Universitas cepat......” Aqli menelpon bagian Klinik untuk membawa Yuki di penuhi rasa khawatir yang menyeliputi dirinya. Andai saja Yuki sadar sudah pasti dia joget caesar deh eh...sudah nggak jaman ya. Bisa jadi Yuki goyang dumang deh muter-muter ala shahrukh khan. loh?
Sudah kurang lebih 30 menit Aku menunggu Yuki di ruang klinik Universitas dan akhirnya Yuki sadar juga.
“Syahla....” Yuki memanggilku lirih dengan suara yang sedikit parau. Aku mendekatinya dan membantunya untuk bangun.
“Kepalaku pusing banget rasanya” Ucap Yuki sembari menyipitkan matanya yang sebenarnya sudah sipit. Semakin terlihat hanya segaris saja.
“Minta pertanggungjawaban noh sama Kak Aqli ini semua gara-gara dia tadi”
“Hah....Kak Aqli?”
“Iya Aqlimu itu Bebebmu...hahaa”
“Ikh Syahla gitu banget sih” Yuki nyengir kuda.
“Emang Iya dia tadi yang bikin Kamu pingsan, gara-gara bola basketnya”
“Iya aku kerasa tadi kena bola basket tapi nggak tahu kalau itu dia” Terang Yuki dengan wajah melankolis.
“Bahkan dia tadi yang menelpon petugas Klinik untuk membawamu kesini, dia ikut juga loh,” Syahla mendekati Yuki sembari terus meledeknya.
“What....?”
“What...what...nggak usah sok kaget gitu”
“Lah emang kaget ....” Yuki senyum-senyum sendiri. Jadi gagal deh nyeruput es Pakde Giman. Tetap kemarau rasanya tenggorokan ini, namun tak berapa lama Aqli kembali dengan membawa berbagai cemilan dan yang paling Aku ingin segera menyantapnya adalah ES Cendol huaaa tak sabar Aku untuk meneguknya.
“Kak Aqli....” Sontak Yuki bangkit dan hampir terjatuh dari ranjang untung saja Aku segera menolongnya dengan jurus seribu bayangan yang di kasih sama Naruto. Ini Anak benar-benar ceroboh, cinta sih cinta jangan sampai bikin malu begitu.
“Sudah baikan?” Tanya Aqli sembari menatap mata Yuki yang sedikit bersinar seperti mata kucing di malam hari.
“Heheehe....” Yuki hanya senyum-senyum malu, wajahnya merona. Mana bisa jawab kalau sudah salah tingkah.
Yuki sudah sedikit membaik Kita bertiga meninggalkan Klinik dan bersiap untuk pulang. Gara-gara insiden tadi Aku dan Yuki tidak bisa mengikuti mata kuliah di jam terakhir.
“Hati-hati ya....” Aqli melambaikan tangan sembari berlalu meninggalkan Aku dan Yuki. Masih saja Yuki senyum-senyum sendiri.
“Dih yang lagi bahagiaaaa......”
“Iya dong ini yang namanya sakit membawa berkah...Kalau nggak kepalaku kena timpuk
Mana mungkin dia seperti itu tadi, kamu kan tahu dia cuek maksimal. Apalagi Fans-fansnya yang genit itu nggak pernah jauh dari dia huh” Wajah Yuki memerah seperti kepiting rebus.
“Ada yang jealous nihh...” Aku tertawa meledek Yuki. Dia tersenyum matanya menyipit
Jelas terlihat bahagianya Yuki setelah itu, dia sudah nyaris berhasil mencuri hati Aqli senior yang katanya cuek, dingin, jago basket, banyak fans juara hadroh kalau bukan sebagai mahasiswa bisa jadi sudah menumbuhkan jenggot karena Aqli terkenal sangat agamis. Yuki yang terlahir dari seorang ibu yang mualaf keturunan jepang sangat mendambakan Aqli yang agamis
seperti Papanya yang santun dan bijaksana.
Yuki melepas jarum pentul di jilbabnya, wajahnya ngadep kecermin. Ia melirik sang Papa yang sedang asik dengan pekerjaanya menatap layar monitor untuk menyelesaikan pekerjaan untuk rapat besok. Ayah Yuki bekerja sebagai Pemimpin Redaksi di salah satu media cetak di kota Banjarmasin. Beda dengan Ayahku yang berprofesi sebagai Guru di salah satu Madrasah Ibtidaiyah, latar belakang dan gaya hidup kami memang berbeda namun aku cukup bahagia dengan persahabatan ini.
Papadan Mama Yuki bertemu di tokyo university, Papanya menghabiskan waktu studinya di negeri sakura beberapa tahun silam. Ia jatuh cinta pada juniornya yang kerap Ia puji dengan julukan Ayako. Papanya sangat menyangi Mamanya, perjuangan untuk mendapatkan cinta Hanako tidak berlangsung manis. Cinta terpendam hingga tiga tahun, tidak berani mengungkapkan takut di tolak, karena tak setampan Hideaki takizawa. Ia kerap melihat gadis pujaan menghabiskan waktu bersama kekasihnya, harapan itu ludes. Mana mungkin seorang lelaki sunda bisa mempersunting gadis jepang nan cantik jelita, ungkapnya dalam kerisauan hati. Meski gak jelek-jelek banget tentu kalah jika di bandingkan dengan pria yang saat itu menjadi kekasih Hanako.
Papa Yuki berencana dengan teman-teman untuk pergi ke Shibuya, Tokyo. Ia sudah duduk kurang lebih satu jam namun teman-temanya belum menampakan diri. Ia duduk di taman yoyogi yang saat itu sang sakura sedang bermekaran. Sesekali kelopak itu menjatuhi kepalanya, seketika Ia membayangkan sang pujaan Hanako berlalu dengan senyum manisnya..syahdu! Ia tersenyum sembari menatap kelopak yang terjatuh di atas buku yang dari tadi menemaninya. Sebagai Mahasiswa berprestasi sudah selayaknya Ia mempertahankan prestasinya supaya beasiswanya tidak di cabut sekalipun sudah semester akhir. Meski begitu untuk jatuh cinta tidak bisa Ia pungkiri, Setelah dua jam berlalu Ia beranjak dari taman yoyogi dengan pelan Ia menyusuri taman itu. Kadang tersenyum, kadang Ia menekuk wajahnya dengan pasti. Hidup di negeri orang memang tidak sebebas di negara sendiri, untuk ketiga kalinya teman-temanya tidak menempati janjinya. Membuat dirinya benar-benar seperti orang hilang, sendirian.
Isak tangis itu semakin jelas di balik pohon sakura yang amat indah dan besar. Ia beringsut mendekati, semakin jelas hingga Ia melihat dua orang yang sedang beradu argument. Ia ingin meninggalkanya namun batinya tidak tega melihat sang pujaan meneteskan air mata. Ia ragu, apa yang harus Ia perbuat demi sang pujaan senyum kembali, namun tidak juga mendapat solusi Ia masih asik mengintip di balik pohon itu cemas, lagi-lagi menggaruk kepalamya yang di penuhi kelopak sakura.
Tidak tahan lagi akhirnya Papa Yuki menampakan tubuhnya, membuat Hanako sang Mama dengan sigap merangkul. Seketika membuat tubuh Papa Yuki mematung, kejadian seperti ini baru pertama kali, dia tahu betul bahwa seperti ini sangat di larang di agamanya. Spontan Ia melepas pelukan juniornya itu buru-buru, jemari tanganya gemetaran dan sedikit shok. Mendadak jadi gagap dan tidak bisa berkata sepatah katapun.
“Arigatou... arigatou,” berulang kali Hanako mengucapkan kalimat itu, membuat Kamil kebingungan. Tiba-tiba suara tepuk tangan para sahabat bermunculan satu persatu, mereka semua tertawa. Sudah persis yang ada di drama-drama. Para sahabat Kamil ternyata berusaha untuk menyatukan cinta sang senior yang terpendam. Hingga pertolongan-pertolongan yang di lakukan secara diam oleh kamil kini di ketahui oleh Hanako. Berkat para sahabat Kamil, Hanako merasa bahagia karena di cintai oleh seorang lelaki yang sangat luar biasa. Setelah menyelesaikan study Kamil kembali ke tanah air tanpa Hanako, karena Hanako masih menyelesaikan kuliahnya yang masih kurang satu tahun. Mereka tidak menjalin hubungan apapun namun memiliki komitmen jika sudah sampai waktunya akan menjalin hubungan yang serius. Satu tahun terpisah namun kamil kembali ke jepang untuk memastikan apakah wanita pujaanya masih ingin bersamanya. Tentu tidak mudah berbagai tentangan dari kedua keluarga harus di hadapi. Beda kultur, bahasa, apalagi agama. Tentu itu adalah sebuah tantangan yang terberat, meski terpaksa akhirnya orang tua Hanako merestui hubungan mereka dengan banyak syarat yang akhirnya bisa di penuhi oleh Kamil. Keduanya kini memiliki Putri yang cantik bernama Yuki Kamil.
“Papa..... luar biasa,” Yuki memeluk Papanya haru, kemudian Papa Yuki memanggilku. Kami dalam pelukan yang sama. Cerita Papa Yuki memang luar biasa untuk memperjuangkan seseorang yang dia cintai, bolak-balik Surabaya-Jepang tidak mudah. Meski kini Ia harus menghidupi Yuki seorang diri. Perjuanganya untuk mempertahankan Tante Hanako dari ganasnya penyakit leokimia tidak berhasil. Setahun sudah Yuki dan Papanya hidup tanpa sang Mama. Bahkan akupun sangat kehilangan ketika beliau pergi, keluargaku dan keluarga Yuki sangat dekat. Kami hidup dalam satu komleks perumahan yang sama.
***
Aqli berlalu dengan gagahnya di hadapan kami berdua, menebar senyum ke seluruh junior yang dia lalui. Yuki langsung terpana, Ia teringat kejadian yang di alami Papa dan Mamanya, kisah cinta sang junior dengan seniornya di kampus. Ia menggandengku lalu menggeretnya dengan keras.
“Ayo.... kita buntutin senpeiku,”
“Apa? serius?” Jelas dong aku terkejut, senekat itu? pikirku sembari terus tertatih mengikutinya. Tak berapa lama kami berhenti saat melihat dan mendengar perbincangan Aqli dengan metha teman Aliyahnya dulu. Untuk menjalin hubungan yang lebih serius.
“Metha....?” Yuki menatapku, air matanya mengalir sangat deras.
“Iya teman kita...” Aku mengangguk, lalu membawanya pergi dari tempat itu sebelum Aqli mengetahui kami berdua telah menyimak perbincangan mereka. Cinta itu memang lucu kadang dia bikin sedih, kadang juga bikin senyum. Tapi yang unik dari cinta Ialah saat kita melakukan perubahan-perubahan positif yang mungkin awalnya kita enggan untuk melakukan itu. Seperti cintaku pada Ashbi sahabat Aqli, yang terpendam hingga kini. Awalnya aku melakukan semua mungkin karena dia, supaya dia melihatku tapi itu tidak terjadi. Dia bahkan tidak peduli sama aku, juga dengan apa yang aku lakukan, tapi aku menikmati semua ini. Mungkin tak lama lagi aku mengalami nasib yang sama dengan Yuki. Tapi meskipun demikian biarlah itu terjadi mungkin saat ini takdir itu masih bersamaku.
Wednesday, December 21, 2016
Devinisi kafir menurut islam
Mengapa Muslim melecehkan non-Muslim dengan memanggil mereka kafir?
Jawaban:
1. Kafir berarti orang yang menolak.
'Kafir' berasal dari kata 'kufur', yang berarti menyembunyikan atau menolak. Dalamistilah Islam, 'Kafir' berarti orang yang menyembunyikan atau menolak kebenaran Islam dan orang yang menolak Islam. Dalam bahasa Indonesianya, orang-orang yang menolak Islam disebut 'non-Muslim.' Jadi ketika seorang Muslim menyebut mereka dengan istilah ‘kafir’, ini bukan bermaksud melecehkan, melainkan sebutan ‘kafir’ ini sama dengan menyebut mereka ‘non-Muslim.’
2. Jika ada non-Muslim yang merasa dilecehkan karena disebut kafir, maka mereka harus menerima Islam.
Jika ada non-Muslim yang menganggap kata 'kafir' (non-Muslim) sebagai pelecehan, ia dapat memilih untuk masuk Islam, maka umat Muslim akan berhenti menyebut dirinya sebagai kafir atau non-Muslim.
Kenapa Harus Marah Disebut Kafir?
Misalnya kulit kamu putih mulus bersih berseri. Lalu ada orang yang mengejek, “Hei, hitam pekat! Kamu ini orang atau arang!”
Apakah kamu marah? Pasti tidak. Karena kamu tidak merasa hitam seperti arang.
Lantas sebaliknya, kulit kamu memang hitam pekat seperti arang. Lalu ada orang yang mengejek, “Hei, arang. Boleh dong gue pake kamu untuk bakar sate?”
Apakah kamu marah?
Pasti ada rasa marah, tersingung atau sakit hati, walau dalam skala yang paling kecil sekalipun.
Kenapa? Karena kamu merasa diejek, kekurangan atau aib kamu diungkit dan dijadikan bahan ledekan.
* * *
Mari gunakan logika yang sama untuk istilah KAFIR.
Banyak sekali teman nonmuslim yang marah atau protes ketika disebut kafir. Padahal istilah “kafir” itu hanya soal status. Sama seperti ucapan “SBY orang Jawa” atau “Ahok Orang China” atau “Obama Orang Amerika”. Itu hanya status. Tak lebih dan tak kurang.
Kafir adalah mereka yang tidak menyembah Allah SWT dan tidak percaya Muhammad sebagai Rasulullah. Hanya sesederhana itu. Just that simple.
(Karena hanya soal status, maka TAK PERLU dikaitkan dengan masalah moral). Misalnya “Lebih baik kafir tapi bersih daripada muslim tapi korupsi.” Siapapun bisa jadi koruptor, tidak peduli apapun statusnya, apapun agamanya.
Status kafir TAK ADA KAITAN LANGSUNG dengan moral. Saya punya teman yang nonmuslim atau kafir, tapi pribadi mereka sungguh terpuji. Jadi tak perlu mengaitkan status kafir dengan moral. Sebab bisa jadi sangat rancu.
Saat menyebut seseorang sebagai kafir, itu BUKAN tuduhan yang berbau vonis bahwa anda tidak bermoral, anda bejat, dan seterusnya. Sekali lagi, ini hanya soal status.
Setiap status tentu berkaitan dengan hak dan kewajiban tertentu. Misalnya saat kita bertemu teman sesama Muslim, ada perintah untuk mengucapkan “Assalamualaikum….”. Tapi untuk teman nonmuslim, perintah seperti itu tentu tak ada.
Dalam konteks yang lebih besar seperti negara, tentu hak dan kewajibannya lebih besar pula. Misalnya jika di sebuah negara diterapkan hukum Islam, maka yang muslim wajib menyetor zakat kepada negara, sedangkan yang kafir tak perlu. Karena zakat hanya untuk kaum muslim.
Jika KAFIR hanya soal status, kenapa banyak orang yang marah disebut kafir?
Jika dikaitkan dengan logika dan contoh cerita pada bagian awal tulisan ini, maka sebenarnya secara PSIKOLOGIS ini bisa dipahami dengan sangat mudah:
Seseorang marah atau tersinggung disebut kafir, karena di lubuk hatinya yang terdalam terdapat PENGAKUAN TULUS bahwa menjadi kafir itu tidak baik. Yang baik adalah menjadi Muslim.
Jika Anda yakin akan kebenaran agama Anda, jika Anda yakin agama Anda baik, tentu tak perlu marah atau tersinggung disebut kafir, bukan?
Coba lihat bagaimana sikap kami umat Islam terhadap ajaran agama lain:
Pada ajaran Kristen, semua yang tidak menerima Yesus sebagai tuhan disebut “domba yang tersesat”.
Umat Islam tentu tidak mengakui Yesus sebagai tuhan. Karena itu, pasti kita yang Muslim termasuk golongan “domba yang tersesat” (versi mereka) tersebut.
Namun apakah kita umat Islam selama ini pernah marah atau tersinggung disebut “domba yang tersesat”?
TAK PERNAH SEKALIPUN. Karena kita yakin akan kebenaran Islam.
Karena yakin benar, maka sebodoh amat dengan semua julukan dari agama lain untuk kita. Emang gue pikirin. Terserah mereka menyebut kita apa saja. Itu tak akan berpengaruh apapun terhadap keyakinan kita.
Betul?
Jadi jika Anda tak suka disebut kafir, cara mengatasinya gampang saja. Silahkan masuk Islam. Just that simple
Copas by: Lukmanul hakim (facebook )
Tuesday, December 20, 2016
Balada stalking
Hobby stalker, capture chat :D udah kaya ABG aja, udah gitu di smpen takutnya ntar di apus obrolanya. Cuma buat liat2tan aja sih sebenarnya, spesial bgt tapi gak pernah nyadar apakah yang di maksud tahu atau mengerti.... asik aja sendiri, kl lg dateng jealousnya mewek. Coba kaya gini di bikin sendiri kan? Gak ada yang suruh tapi tetap gak mau nyerah rutinitas untuk mencari info kabar terbaru tentang si doi udah macem wartawan yang takut ketinggalan berita. Di pikir doi gak ngerti2 amat, padahal sih sebenernya tahu cuma pura-pura gak tahu, lah iya.... karena doi gak pernah respect. Pedihhhh :D
