SESUNGGUHNYA TIDAK ADA KATA TERLAMBAT J
Geli-geli sedih pengen ketawa pengen
nangis kalau mengingat perjalanan hidup Aku yang sedikit lambat dari yang lain.
Aku tidak menyalahkan takdir juga keadaan hanya saja ingin mengutarakan apa
yang sebenarnya terjadi kenapa dan bagaimana Aku sesungguhnya tidak ada yang
tahu. Mereka segampang itu mengatakan aku galau, aku sedih aku ketawa. Itu sisi
luarku yang sejatinya hanya mampu di pandang dari kejauhan. Seperti juga Aku
gampang sekali menilai seseorang dari sudut pandang yang berbeda. Karena itulah kita tidak
ada yang mampu menyelami dalamnya hati manusia lainya. Setiap manusia memiliki karakter
yang berbeda ada yang sombong, rendah hati, saling mengerti, egois, tidak mau
tahu, kerjaanya menghina, merendah, tidak percaya diri dan masih banyak lagi
karakter-karakter lainya. Aku gak sedih dan terus-terusan protes sama keadaan
ini tapi saat keluar sisi manusia yang
selalu kurang aku juga ingin seperti yang lain yang bisa mewujudkan segalanya
yang mereka mau. Aku mengalami hidup sedikit lambat, teman-teman seusiaku sudah
di panggil mamah, Ibu, bunda, enyak atau apalah itu panggilan-panggilan Ibu
lainya. Tapi aku belum merasakan itu haruskah aku munafik tidak menginginkan
itu, aku juga memiliki rasa itu. Aku manusia seperti anda-anda juga jadi mohon
maklum hal demikian jangan di katakan galau, gak berkelas banget kalimat galau
untuk di sematkan pada sesuatu yang berharga. Seorang Ibu itu sangat berharga
siapapun yang sudah menjadi Ibu sepantasnya untuk bersyukur sebanyak-banyaknya
gak usah ngatain teman lainya yang belum menjadi Ibu dengan kalimat galau.
Sekian lama pertanyaan tentang itu
belum terjawab hingga detik ini, tentang siapa, dimana dan kapan moment indah
itu menyapaku. Seolah aku merindui hujan di musim kemarau. Seolah aku manusia
yang galau, seolah aku fakir asmara, seolah aku paling hina.... tapi bagaimana
caraku memaksa? Hanya Tuhan yang tahu di balik pertanyaan itu. Seseorang yang
tercatat di lauhul mahfudz itu masih menjadi rahasia untukku di tengah suara
sumbang meneriakan hinaan padaku. Tidak mungkin kututpi rasa sedihku, jelas aku
sedikit mengeluarkan air mata yang sudah membuncah tiap-tiap kalimat itu
menggores batinku. Sesungguhnya aku tidak sanggup namun Tuhan memberiku
kekuatan terdahsyatnya.
Tuhan.... jika fisik sebagai penghalang, jika pendidikan
sebagai penghalang, jika status sosial sebagai penghalang, bisakah seseorang
yang tidak memiliki ketiga keadaan itu bahagia? atau haruskah saat ini aku
menyerah menautkan rasa kagum itu? mendengarkah Dia saat aku memanggil namanya
untuk ku persembahkan sebagai Do’a padamu, merasakah Dia saatku sebut namanya
tiap aku merindukanya? Tuhan.... maafkan Aku jika aku sedikit lelah memahami
ini atau mungkin aku pasrah.....
Ada hal lain lagi keterlambatan yang
ku jalani, Aku mengalami lambat kuliah. Di saat yang lain sudah bisa
membanggakan gelar S1-nya. Aku masih merangkak melewati semester demi semester
untuk mengejarnya. Proses yang ku lalaui sangat panjang tidak semudah itu untuk
meraih semuanya, mesti terjatuh berkali-kali. Jadi siapapun yang mengalami
proses mulus bersyukurlah ada orang Tua yang menanggung biaya kuliahmu dan
biaya hidup lainya, mestinya kalian harus bersyukur. Jangan sampai ada kalimat
yang merendahkan teman lainya yang mengalami kesulitan kalau bisa bantulah
temanmu yang susah. Bukan berari aku tidak bersyukur mendapat proses panjang
dan semua serba tertunda seperti ini, rasa syukur tetap mengalir hanya saja
terkadang aku lelah, saat aku mengalami kejenuhan pada titik tertinggi.
Sebenarnya simple semangat dari orang lain itu perlu. Terkadang kita bangkit
setelah mendapat dukungan dan semangat dari
orang lain, sekuat dan setegar apapun diri kita tetap yang namanya
suport itu penting. Aku sering senyum-senyum sendiri karena harus berteman
dengan mereka yang terpaut usia empat tahun di bawahku tetapi mereka menganggap
aku seperti teman seusianya itulah bahagia yang sederhana, secara tidak
langsung aku bahagia mendapat perlakuan demikian.
Tapi jika disadari sebetunya tidak
ada kata yang terlambat dalam setiap moment. Hanya saja belum saatnya
untuk kita terima, hehe..... sebagai penyemangat bahwa tidak ada yang tidak
mungkin di dunia ini asalkan kita percaya, berperasangka baik sama ketentuan
dan takdirnya Allah, niat, do’a, usaha dan harus yakin..... EVERYTHING IS
POSSIBLE


No comments:
Post a Comment