Tuesday, November 10, 2015

mewujudkan rindu di sepertiga malamku

sepertiga malam yang senyap dan damai terus membawaku larut dalam Do'a2 yang sengaja ku rapalkan untuk mengurangi rindu yang kian membara.... Karena hanya ini yang mampu menahan gelora rinduku padamu wahai kau yang tidak tahu siapa aku, karena hanya dengan menyebut namamu yg terselip dalam bait-bait Do'a kumampu wujudkan rinduku dalam resah yang menyelubung dalam benakku. Ku hanya mampu mencintaimu dalam diam...menatapmu dari kejauhan. Aku tak mungkin mengusik hidupmu ataupun mengganggumu aku hanya memiliki rasa cinta dalam diam, berusaha menahan ketika rindu mulai menguasai batinku..... Aku hanya mampu mewujudkan rinduku melalui sepertiga malamku. Penuh mesra ku sebut namamu sekalipun disana kau tidak tahu siapa aku bahkan siapa namaku. Aku berusaha menjaga cinta ini hingga tiba waktunya entah seperti apa skenario selanjutnya Namamu kah yang tertulis di lauhul mahfudz atau nama yang lain? Namun saat ini aku menikmati rasa ini meski terkadang perih.

Monday, November 9, 2015

Berserah

Ya Allah, penguasa jiwa dan diri kami... Jangan Kau biarkan diriku merasa sedih berkepanjangan atas sesuatu yang tidak jelas untuk aku sedihkan. Hentikanlah rasa ini jika hanya menyisakan luka, aku ingin mencintai dan di cintai ya Robb... Hati ini tak akan sanggup jika selalu terluka, hati ini tak akan kuat bila hanya mencintai...lelah ya Robbi, bukan aku mengeluh tapi sungguh aku tidak sanggup menahan rindu ini padanya. Engkau yang maha membolak-balikan hati manusia, ku mohon dg kerendahan yg kumilili hentikan rasa ini jika Ia tidak memiliki rasa yang sama. Aku bosan jika aku selalu mencintai tanpa di cinta. Ya Robbi rasa ini darimu kumohon jaga hatiku agar tidak merasakan sakit yang terlampau jauh. Yang kuharap pria shaleh....tapi bukan seseorang yg tidak memiliki rasa yang sama. Ya Robbi aku ingin saling mencintai seperti hamba-hambaa-Mu yang lain. Namun tetap aku akan bersabar menanti seseorang yang kau catatkan untukku...Insya Allah Dia tampan hati dan wajahnya seperti apa yang aku harapkan. Lahawla walakuwata ilabillahil aliyil adzim...

Thursday, November 5, 2015

Bawa Perasaan

sering banget dengar kalimat Baper (bawah perasaan) katanya sih bahasa kekinian... Terutama kaum hawa, iya gak sih? Kalau wanita itu doyan banget bawa perasaan, dikit2 di pikirin....masalah yg sepele, masuk di hati jleb..menyebabkan sering murung, terus-terusan kepikiran...gampang sedih, sensitif. Wanita bgt sih... Apalagi kalau kita lagi chat seseorang terus cuma sekedar di baca pasti langsung bawa perasaan...Ya Allah letak kalimatku yg salah dimananya. Langsung deh bengong dg durasi yg cukup lama..... Baca-baca ulang chatingan menelusuri huruf demi huruf....... Tetap hasilnya sama gak di balas...selain itu kalau ketemu orang yg biasanya banyak senyumnya tiba-tiba berubah mendadak diam, pasti langsung baper salah ngomong apa coba, belum juga bicara udah gitu aja.... Murung lagi, begini bgt sih rasanya kalau lagi baper...perihh bener. Iya Bagus sih baper itu kan peka, tapi ya jangan semua di bawa perasaan... Entar perih hatinya.. :D  

Tuesday, November 3, 2015

sesungguhnya tidak Ada kata terlambat



                           SESUNGGUHNYA TIDAK ADA KATA TERLAMBAT J
            Geli-geli sedih pengen ketawa pengen nangis kalau mengingat perjalanan hidup Aku yang sedikit lambat dari yang lain. Aku tidak menyalahkan takdir juga keadaan hanya saja ingin mengutarakan apa yang sebenarnya terjadi kenapa dan bagaimana Aku sesungguhnya tidak ada yang tahu. Mereka segampang itu mengatakan aku galau, aku sedih aku ketawa. Itu sisi luarku yang sejatinya hanya mampu di pandang dari kejauhan. Seperti juga Aku gampang sekali menilai seseorang dari sudut  pandang yang berbeda. Karena itulah kita tidak ada yang mampu menyelami dalamnya hati manusia lainya. Setiap manusia memiliki karakter yang berbeda ada yang sombong, rendah hati, saling mengerti, egois, tidak mau tahu, kerjaanya menghina, merendah, tidak percaya diri dan masih banyak lagi karakter-karakter lainya. Aku gak sedih dan terus-terusan protes sama keadaan ini tapi saat keluar  sisi manusia yang selalu kurang aku juga ingin seperti yang lain yang bisa mewujudkan segalanya yang mereka mau. Aku mengalami hidup sedikit lambat, teman-teman seusiaku sudah di panggil mamah, Ibu, bunda, enyak atau apalah itu panggilan-panggilan Ibu lainya. Tapi aku belum merasakan itu haruskah aku munafik tidak menginginkan itu, aku juga memiliki rasa itu. Aku manusia seperti anda-anda juga jadi mohon maklum hal demikian jangan di katakan galau, gak berkelas banget kalimat galau untuk di sematkan pada sesuatu yang berharga. Seorang Ibu itu sangat berharga siapapun yang sudah menjadi Ibu sepantasnya untuk bersyukur sebanyak-banyaknya gak usah ngatain teman lainya yang belum menjadi Ibu dengan kalimat galau.
            Sekian lama pertanyaan tentang itu belum terjawab hingga detik ini, tentang siapa, dimana dan kapan moment indah itu menyapaku. Seolah aku merindui hujan di musim kemarau. Seolah aku manusia yang galau, seolah aku fakir asmara, seolah aku paling hina.... tapi bagaimana caraku memaksa? Hanya Tuhan yang tahu di balik pertanyaan itu. Seseorang yang tercatat di lauhul mahfudz itu masih menjadi rahasia untukku di tengah suara sumbang meneriakan hinaan padaku. Tidak mungkin kututpi rasa sedihku, jelas aku sedikit mengeluarkan air mata yang sudah membuncah tiap-tiap kalimat itu menggores batinku. Sesungguhnya aku tidak sanggup namun Tuhan memberiku kekuatan terdahsyatnya.
            Tuhan.... jika fisik sebagai penghalang, jika pendidikan sebagai penghalang, jika status sosial sebagai penghalang, bisakah seseorang yang tidak memiliki ketiga keadaan itu bahagia? atau haruskah saat ini aku menyerah menautkan rasa kagum itu? mendengarkah Dia saat aku memanggil namanya untuk ku persembahkan sebagai Do’a padamu, merasakah Dia saatku sebut namanya tiap aku merindukanya? Tuhan.... maafkan Aku jika aku sedikit lelah memahami ini atau mungkin aku pasrah.....
            Ada hal lain lagi keterlambatan yang ku jalani, Aku mengalami lambat kuliah. Di saat yang lain sudah bisa membanggakan gelar S1-nya. Aku masih merangkak melewati semester demi semester untuk mengejarnya. Proses yang ku lalaui sangat panjang tidak semudah itu untuk meraih semuanya, mesti terjatuh berkali-kali. Jadi siapapun yang mengalami proses mulus bersyukurlah ada orang Tua yang menanggung biaya kuliahmu dan biaya hidup lainya, mestinya kalian harus bersyukur. Jangan sampai ada kalimat yang merendahkan teman lainya yang mengalami kesulitan kalau bisa bantulah temanmu yang susah. Bukan berari aku tidak bersyukur mendapat proses panjang dan semua serba tertunda seperti ini, rasa syukur tetap mengalir hanya saja terkadang aku lelah, saat aku mengalami kejenuhan pada titik tertinggi. Sebenarnya simple semangat dari orang lain itu perlu. Terkadang kita bangkit setelah mendapat dukungan dan semangat dari  orang lain, sekuat dan setegar apapun diri kita tetap yang namanya suport itu penting. Aku sering senyum-senyum sendiri karena harus berteman dengan mereka yang terpaut usia empat tahun di bawahku tetapi mereka menganggap aku seperti teman seusianya itulah bahagia yang sederhana, secara tidak langsung aku bahagia mendapat perlakuan demikian.
            Tapi jika disadari sebetunya tidak ada kata yang terlambat dalam setiap moment. Hanya saja belum saatnya untuk kita terima, hehe..... sebagai penyemangat bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini asalkan kita percaya, berperasangka baik sama ketentuan dan takdirnya Allah, niat, do’a, usaha dan harus yakin..... EVERYTHING IS POSSIBLE



Saturday, October 31, 2015

pengagumu

Aku terima jika kamu berfikir aku sedikit menganggumu.... Tapi itu tidak seberapa di bandingkan bayanganmu yg menggangguku tiap saat, ingin rasanya tiap-tiap Ku memanjatkan Do'a Ku selipkan namamu diantaranya. Maaf jika aku berusaha ingin tahu kabarmu sehingga aku bertanya apapun yg belum Ku ketahui padamu. Kau yang teristimewa untukku, perlu kau tahu itulah caraku untuk menahan rindu yg kian terpatri
, rindu yang tak kuasa Ku hindari.... Rindu padamu yang kian membuncah. Dengan Cara apa lagi aku menstabilkan rindu yang kian .parah ini, selain berbincang denganmu namun itu seperti merindukan hujan di musim kemarau. Aku hanya mampu melihatmu Dari balik tirai pembatas kasta Kita.... Kau memiliki segalanya sedangkan aku hanya memiliki Rasa cinta yang tak kunjung jadi nyata.... Inikah yg bisa Ku banggakan? Hidup Sebagai pengagum rahasia??? Sungguh sebetulnya aku lelah...bukan lelah dg Rasa ini namun..sampai kapan aku hanya sebagai pengagum....

Thursday, October 29, 2015

masih untukmu

mengistirahatkan tubuh dari lelahnya perjalanan jauh :D , iya perjalanan jauh menurutku meskipun kapuas-banjarbaru hanya membutuhkan waktu kurang lebih dua jam, sudah cukup membuatku letih. Di iringi gemercik hujan sepanjang perjalanan.... Mengingat hal itu adalah sesuatu yang sangat di rindukan oleh anak cucu adam. Berbagai upaya di lakukan... Demi si hujan tadi, jadi meskipun basah kuyup jas hujan baru robek malu setengah mati gak boleh mengeluh... Tetap tersenyum semanis-manisnya. Malam ini tetap aku merindui sosokmu sekalipun aku berada pada jarak ribuan kilometer, sosokmu tetap jelas dalam rasaku. Rindu ini kian parah, iya aku tahu kamu tak merasakan ini.... Tapi ku harap suatu saat Kaupun sama. Pria shalehku kutitip Do'a sepanjang detik waktu yang berlalu agar namamu lah yg tercatat di lauhul mahfuz untukku... Aku sedikit letih dg rasa ini...mungkin aku bosan tapi tak ada kuasa untuk menampik takdir Tuhan. Semoga kau hadir membawa bahagia untukku...sekalipun kini keabstrakan menggelayuti anganku. Ku harap rasa ini pun terbagi denganmu...kau rasa apa yang kurasa agar kau tahu betapa indahnya mencintaimu... Ana uhibu ya akhi.... #AB mengagumi tanpa sepengetahuanmu memang indah tapi perih untuk menahannya :'( sungguh ini bukan kegalauan yg sengaja ku tulis melainkan rindu yg kian membuncah. Aku tidak galau tapi merinduimu...

JATUH HATI

JATUH HATI" By :  Raisa :D
Lirik di bawah itu kurang lebih sama dengan apa yang aku rasakan saat ini. Entah berawal dari apa dan bagaimana, rasa kagum itu tiba-tiba saja hadir seiring berjalanya detik menit waktu. Aku sendiri belum mengenalmu, tapi begitu cepatnya mengagumimu. Terinspirasi oleh pandanganmu caramu melihat dunia, aku bahagia andaikan aku bisa mengenalimu lebih dekat. Namun aku merasa kau sedikit membatasi untuk itu, aku tahu bahwa aku tidak layak untukmu karena aku hanyalah serpihan debu yang menempel di mobilmu, kesekian kalinya aku berucap demikian untuk lebih menyadarkan diriku untuk lebih tahu diri. Tapi maaf jika rasa itu semakin menggebu, akan ku coba untuk menahannya menautkan sedikit perih di hatiku. Agar kau tetap berada di posisimu menjauhi aku, aku hanya akan memandangmu dari jarak yang tidak kau ketahui. Seperih-perihnya hati ini akan ku coba untuk tetap tersenyum menikmati rasa yang tidak pernah engkau ketahui. Engkau tidak tahu siapa aku, namun aku mengenalimu dari jarak pandang yang sedikit terselimuti kabut yang menebar di antara kita. Kenalilah aku agar kau tahu betapa dahsyatnya rasa ini..... sekalipun aku tahu dan menyadari itu sangat mustahil. Wanitamu lebih indah dan elok, aku tidak sedikitpun ada bandinganya... nyeri menyadari itu namun inilah adanya, aku harus mmemodalkan dan menstabilakn mentalku jika aku menginginkanmu...karena Kau tak mudah untuk di gapai, tak semudah itu untuk menyandingkan diri denganmu. Aku hanya mampu mengatakan aku jatuh hati padamu, aku terinspirasi padamu.... aku terkagum dengan cara pandangmu memandang Dunia. Aku menyadari tak harus berharap untuk memilikiku hanya sekedar ingin di dekatmu.
Ya Robb jarang sekali aku jatuh hati... tapi sekali meraskan itu perih........... karena aku tidak pernah di kenali dan di anggap oleh seseorang yang ku inginkan... Aku mencintainya tapi aku tidak tahu jika dia mencintai orang lain. Aku hanya mampu mengaguminya dari jauh... memandangnya dari tempat yang berbeda. Jagalah hatiku agar tetap utuh tidak meraskan kepingan-kepingan yang menyakitkan...aku mencintainya karena-Mu.

Ada ruang hatiku yang kau temukan
 Sempat aku lupakan kini kau sentuh
 Aku bukan jatuh cinta namun aku jatuh hati
 Ku terpikat pada tuturmu, aku tersihir jiwamu
 Terkagum pada pandangmu, caramu melihat dunia
 Kuharap kau tahu bahwa ku terinspirasi hatimu
 Ku tak harus memilikimu, tapi bolehkah ku selalu di dekatmu?
 Ada ruang hatiku kini kau sentuh
 Aku bukan jatuh cinta namun aku jatuh hati
 Ku terpikat pada tuturmu, aku tersihir jiwamu
 Terkagum pada pandangmu, caramu melihat dunia
 Kuharap kau tahu bahwa ku terinspirasi hatimu
 Ku tak harus memilikimu, tapi bolehkah ku selalu di dekatmu?
 Katanya cinta, memang banyak bentuknya
 Ku tahu pasti sungguh aku jatuh hati
 Ku terpikat pada tuturmu, aku tersihir jiwamu
 Terkagum pada pandangmu, caramu melihat dunia
 Kuharap kau tahu bahwa ku terinspirasi hatimu
 Ku tak harus memilikimu, tapi bolehkah ku selalu di dekatmu
 Tapi bolehkah ku selalu di dekatmu.